sweetnovember

September 28, 2006

ada apa sih dengan Cinta??

Filed under: scribble - andrianside @ 2:19 am

besok..
makasih..
aku janji..
ntar aja..
aku juga..

mendua..
selingkuh..
cemburu..
putus..
masih sayang..
tapi ternyata..

marah..
sedih..
lupain aja..

 
kata saya, kl emang cinta bukan karena Dia, siap2 aja kecewa, nangis, dan sebagainya..

(9:19 am, sept 28, 2006) 

September 25, 2006

Kubiarkan Saja

Filed under: scribble - andrianside @ 5:23 am

Berisik, atom-atom air mata itu berkejaran
menatap partikel-partikel hati menjadi benci
sistem organ menjadi sistem penghianatan
terguling, merangkak, duduk, berdiri, berlari, sampai menghilang
helai nafas menjadi tangis
derai tangis menjadi luka
gores luka menjadi benci
langkah benci manjadi caci
lelah caci tinggalku sendiri
biarkan atom, partikel dan penghianatan itu
bermain, berlari, menari
hingga terbang ditiup angin
sakit terseret awan
dan mati diambil Tuhan..!

Biarkan tangis, luka, benci, caci dan sendiri
terbawa bersama laknat
sampai aku benar-benar pergi untuk selamanya..

Sudah, kubiarkan saja..

 

(baru saja kubuat.. suckssssssss) 

September 23, 2006

dia tak selalu datang

Filed under: scribble - andrianside @ 10:24 am

fajar datang, dan aku pun takut
matahari bersinar, dan aku pun takut
berharap bintang pijar itu segera tenggelam
dan aku bisa melanjutkan mimpiku, hindari takut.

langit menghilang, dan dia datang
dibubuhi jutaan bintang, dia buat ku tenang
berharap semua kembali seperti dulu
aku dan dia berjalan menuju mimpi, tanpa rasa takut

tapi sayang, hariku tak selalu malam
yang berarti dia tak selalu datang.

(medio agustus 06)

harap harap cemas

Filed under: Uncategorized - andrianside @ 10:11 am

mungkin sekitar 24 jam lagi, saya akan mulai menahan nafsu untuk makan, minum, dan hal lain yang bisa batalin puasa.

spesial. puasa tahun ini sangat spesial. hampir beberapa tahun belakangan saya ga pernah ngalamin hal-hal ekstrim (yang ada hubungannya ama Tuhan dan Hidup). tapi belakangan, kejadiannya sangat beruntun.

harap harap cemas. sangat amat berharap puasa tahun ini bisa membalikkan titik iman saya ke kondisi puncak. dan cemas akan mempertahankan kondisi itu. dan cemas akan tidak lagi diberi kesempetan sama Dia untuk Ramadhan berikutnya.

 (if i ain’t get u by alicia keys)

Some people live for the fortune
Some people live just for the fame
Some people live for the power, yeah
Some people live just to play the game
Some people think that the physical things

(dan aku belum tau juga aku manusia seperti apa..) 

September 21, 2006

Belum Ada Judul

Filed under: scribble - andrianside @ 7:04 am
kawan saya berkata dia itu setan, da’jal malah. kawan saya yang lain berkata dia itu bodoh, punya otak tapi bukan akal, punya hati tapi bukan perasaan. kawan saya yang lain lagi berkata dia itu big liar, tidak pernah tau apa yang pernah dikatakan dan diikrarkan. saya dan teman saya sedang berbincang.

kawan saya berkata dia itu gila, punya penyakit jiwa yang susah untuk disembuhkan. kawan saya berkata dia pernah mendengar kawannya berkata bahwa dia itu bukan manusia, tak pernah mau tau tentang hidup kehidupan. saya menyulut batang kretek punya saya yang keempat, dan masih melanjutkan perbincangan dengan kawan-kawan.

setelah terkuras kata-kata tentang dia, sekarang kami hanya terdiam. saya hirup kopi panas di gelas retak itu, dalam-dalam.

kawan saya memulai lagi, mau apa kamu kalau memang dia sudah retak, sudah gila, sudah bodoh, sudah jadi anjing yang paling hina??. bisa apa kamu?
saya hanya diam, dan berkata dalam hati "ya sudah, mau apa kita".

sekarang saya yang mulai lagi judulnya. dia itu hina. seekor babi yang menutupi kepalanya dengan topeng manusia. seekor anjing yang memanipulasi kakinya menjadi dua. seekor monyet yang cuma punya otak dan hati, tapi tidak pernah bekerja.
dia memakai pakaian yang indah, dia menghias mukanya dengan mahkota, dia berbicara sopan dan ber-tatakrama.

tapi dia tetaplah dia. dia adalah setan, dia adalah pembohong, dia adalah gila, dia adalah anjing, dia adalah babi.

saat itu juga saya pergi ke rumah dia. saya lempar kepala anjingnya dengan batu sampai dia terkaing-kaing. saya pukul pantat babinya dengan buluh panjang sampai dia terlempar jatuh. saya hujani muka monyetnya dengan sampah sampai dia tertunduk malu.


saya tak tahu. sekarang saya tolong anjing itu untuk bersimpuh, saya bersihkan wajah monyetnya yang sudah layu. saya tak tahu. saya cium pipi setan itu, saya peluk dirinya. saya tenangkan dia.


sekarang semua makin tidak jelas, hanya saya yang diam dan terdiam. saya benar gila, saya benar anjing, dan saya benar bodoh. ya…saya anjing sebenarnya, bodoh sebenarnya, gila sebenarnya, dan setan sebenarnya.


saya. bukan dia. bukan teman saya. saya.


(30 november 2001, 01:55 AM)

Get free blog up and running in minutes with Blogsome
Theme designed by Alex King