kawan saya berkata dia itu setan, da’jal malah. kawan saya yang lain berkata dia itu bodoh, punya otak tapi bukan akal, punya hati tapi bukan perasaan. kawan saya yang lain lagi berkata dia itu big liar, tidak pernah tau apa yang pernah dikatakan dan diikrarkan. saya dan teman saya sedang berbincang.
kawan saya berkata dia itu gila, punya penyakit jiwa yang susah untuk disembuhkan. kawan saya berkata dia pernah mendengar kawannya berkata bahwa dia itu bukan manusia, tak pernah mau tau tentang hidup kehidupan. saya menyulut batang kretek punya saya yang keempat, dan masih melanjutkan perbincangan dengan kawan-kawan.
setelah terkuras kata-kata tentang dia, sekarang kami hanya terdiam. saya hirup kopi panas di gelas retak itu, dalam-dalam.
kawan saya memulai lagi, mau apa kamu kalau memang dia sudah retak, sudah gila, sudah bodoh, sudah jadi anjing yang paling hina??. bisa apa kamu?
saya hanya diam, dan berkata dalam hati "ya sudah, mau apa kita".
sekarang saya yang mulai lagi judulnya. dia itu hina. seekor babi yang menutupi kepalanya dengan topeng manusia. seekor anjing yang memanipulasi kakinya menjadi dua. seekor monyet yang cuma punya otak dan hati, tapi tidak pernah bekerja.
dia memakai pakaian yang indah, dia menghias mukanya dengan mahkota, dia berbicara sopan dan ber-tatakrama.
tapi dia tetaplah dia. dia adalah setan, dia adalah pembohong, dia adalah gila, dia adalah anjing, dia adalah babi.
saat itu juga saya pergi ke rumah dia. saya lempar kepala anjingnya dengan batu sampai dia terkaing-kaing. saya pukul pantat babinya dengan buluh panjang sampai dia terlempar jatuh. saya hujani muka monyetnya dengan sampah sampai dia tertunduk malu.
saya tak tahu. sekarang saya tolong anjing itu untuk bersimpuh, saya bersihkan wajah monyetnya yang sudah layu. saya tak tahu. saya cium pipi setan itu, saya peluk dirinya. saya tenangkan dia.
sekarang semua makin tidak jelas, hanya saya yang diam dan terdiam. saya benar gila, saya benar anjing, dan saya benar bodoh. ya…saya anjing sebenarnya, bodoh sebenarnya, gila sebenarnya, dan setan sebenarnya.
saya. bukan dia. bukan teman saya. saya.
(30 november 2001, 01:55 AM)