Perbedaan pola pikir?? atau faktor pengalaman?? well, mungkin kebudayaan.
Salah satu paper yang dipresentasikan pada International Conference Earthquake Engineering and Disaster Mitigation, 14-15 April 2008 lalu adalah "Essential Strategies to Promote Earthquake Safer Non-Engineered Housing: An Indonesian Perspective" oleh "Setya Winarno".
Poin dari paper tersebut adalah kesalahan yang telah dilakukan oleh "entah siapa" dalam hal penanganan bencana. Penanganan bencana mestinya begini dan penanganan bencana mestinya begitu. Konsentrasi lebih dalam hal penanganan building code di Indonesia, yang mestinya diperhatikan sampai ke tingkat pemilik rumah tinggal di perkampungan (bahasanya penulis paper: "sampai ke Grass Root").
penulis memberikan statement: "pemerintah adalah pihak yang sangat amat pantas disalahkan dalam hal ini". Kerusakan karena gempa benar2 merusak rumah rakyat, dan sekali lagi penulis paper mengatakan bahwa pemerintah yang mesti disalahkan.
tanggapan yang paling pertama muncul adalah dari Tsuneo Katayama. peneliti senior dari Jepang. tanggapan Tsuneo adalah "Mengapa anda menyalahkan Pemerintah?? Mengapa tidak menyalahkan diri sendiri (baca Earthquake Engineering)??
dan diskusi ini pun berlanjut dimana kedua belah pihak tetap keukeuh dengan pendirian masing2.
gw, mungkin orang yang paling muda yang ada di seminar tersebut, senyam-senyum doang.. it’s sort of funny, isn’t it??
tanggapan gw?? ntar deh.. pengen banget ngomentarin banyak tentang hal itu plus ada juga presentasi paper dari Teddy Boen yang pernah dibahas oleh The Jakarta Post..
sekarang mo jadi "registeration man" dulu..
selesai acaranya kayaknya malem deh..
wait for me dee….
