sweetnovember

May 30, 2008

Kembali Ingin

Filed under: scribble - andrianside @ 4:00 pm

 

sungguh cerita aneh nan lucu ketika seseorang baru menyadari hidup ketika usianya menghirup udara dunia ini sudah mencapai kepala lima.. keinginan memahami hidup, menjalani hidup dan menikmati hidup.. keinginan..

selalu kembali kepada keinginan.. ingin yang teringin..

ketika sesuatu yang ada di genggam tak sesuai dengan ingin.. tangan pun menjadi kaku.. dingin..

dan begitulah hidup.. yang engkau tak ingin itu harus tetap di genggam.. hindarkan dari terpa angin..

tak akan pernah suatu ingin mu menjadi kenyataan.. karena pada dasarnya metabolisme kejiwaan manusia selalu dikendalikan nafsu.. walaupun tiap jiwa juga selalu ingin mengatur nafsu..

karena ingin ingin yang tak bisa diatur itulah semuanya kadang menjadi tidak sejalur dengan yang kita ingin..

ekspektasi terlalu tinggi, harapan yang digantung teramat tinggi…

bersikap sesuai dengan kenyataan, ternyata pilihan ini mau tak mau harus dijalani..

interpretasi ulang mengenai ke-nafsu-an sangat diperlukan ketika tak mau kecewa..

bersyukur.. bersimpuh menengadahkan tangan.. bangun lagi.. ambil yang kau ingin..

 

akhir mei 2008,

menyadari semua jalan yang ternyata sesuai dengan ingin-ku

 

Trus, Gw yang Salah?? (2)

Filed under: Uncategorized, scratch - andrianside @ 2:25 pm

ngga ada suatu yang tepat untuk disalahkan.. pemerintah yang punya kekuatan untuk mengatur semestinya memang melakukan tugas "pengaturan". pembangunan rumah sampai ke "rumah kecil"pun memang seharusnya menjadi tugas pemerintah untuk mengawasinya; apakah rumah tersebut berada di daerah yang rawan gempa, longsor, ataupun ancaman lainnya. di waktu inilah pemerintah melibatkan pihak keilmuan, menentukan daerah ancaman bahaya dan melakukan rencana (pembangunan rumah dll) yang disesuaikan dengan ancaman tadi..

so.. dalam "kasus" indonesia menangani hazard (ancaman bencana, dalam topik ini adalah gempa), bener2 ndak ada pihak yang bisa disalahkan.. karena jika sedikit dilihat dari sisi lain, hal ini adalah tanggung jawab bareng2..

yang mungkin mis/error dari semuanya adalah kemampuan menjalankan sistem. sebaik apapun rencana, sebagus apapun sistem yang telah dibuat pemerintah.. sebanyak apapun sumbangan dari ilmu pengetahuan sungguhlah tidak akan berarti bila ternyata orang2 yang menjalani sistem ini yang menjadi sumber hazard (morale hazard)..

iya sih.. kalo memang yang menjalani sistem tersebut ternyata tidak capable, physically - mentally, ya.. jangan harap bakal ada perubahan..

Get free blog up and running in minutes with Blogsome
Theme designed by Alex King