sweetnovember

May 25, 2009

Bulan.Bintang.TidakMatahari.

Filed under: scribble, scratch - andrianside @ 8:35 am

****

malam. selalu diidentikkan dengan gelap.
padahal malam. tidak gelap.
jika engkau tidak tertutupi oleh awan. maka terang.
ada bulan dan bintang. mereka tidak pernah bersembunyi di balik awan.
tapi terkadang memang aku tertutupi oleh awan.

malam ini….

malam. bintang berkerlap.
mungkin bila aku berada di pinggir pantai. akan aku lihat cerminnya di laut.
malam ini bintang mendapat giliran. karena bulan sedang tidak berkesempatan.

walau terang. cahaya bintang ini tidak bisa masuk ke dalam tubuhku.
walau terang. karena aku membuat awan-awan palsu untuk menutupi diriku.
walau terang. tetapi diriku tetap merasa gelap. aku hanya merasa. dengan perasaanku.
karena aku yakin sekali. kerlap dan kerlip bintang itu tak bisa.
tak bisa menjadi bagian dari diriku.

****

aku merindukan malam-malam yang lain. so much.
malam lain dimana bulan mengalahkan kerlap kerlip bintang.
malam lain itu, bagiku, aku adalah semuanya.

di malam lain itu…

malam. bulan benderang.
aku selalu mengambil posisi siap menyambutnya.
aku membuka selimut kabut di permukaan hidupku.
aku membiarkan benderang itu masuk ke dalam tubuhku.
menjadi bagian dari diriku.

emosi…

aku membiarkan terang bulan itu mengalir di pembuluh darah.
terang itu mencairkan semangat yang selama ini beku.
hangatnya melarutkan bahan kimia di tubuhku. bercampur dengan darah.
dan larut. dan ikut. mengalir bersama darah ke seluruh tubuh.

larutan yang tercipta itu membuat aku bahagia.
senang. sangat gembira. merasa waktu itu adalah tepat untuk mengungkapkannya. luap.
aku bahkan tak bisa lagi membedakan antara amarah dan cinta. kedua jenis ilusi ini kuluapkan bersama.
keduanya dengan rasa bahagia.

aku merasa tenang bila bulan benderang.

****

but it’s dawn.
matahari datang. bintang yang paling dekat denganku.
bintang yang terpantulkan cahayanya oleh bulan. di malam lain itu.

May 5, 2009

kring.. kring..

Filed under: scribble, scratch - andrianside @ 12:06 pm

kring… kring…
suara bel sepeda kuno mengiringi aku menulis tulisan ini.
suara "kring" sepeda yang lewat di gang tempat aku tinggal.
sepertinya dia berjualan sesuatu, tapi tak tahu apa, berkeliling di daerah kos-kosan tempat aku tinggal.
***
tulisan ini sepertinya tulisan pertama semenjak tahun lalu.
aku sangat sadar bahwa masih banyak tinta yang ada di mejaku.
sangat banyak cerita yang ingin aku bagi kepadamu.

ingin aku ceritakan semua peta-peta yang aku gunakan hingga tiba pada tanah kebahagiaan. ingin aku tuliskan jejak-jejak jalan ceria, ingin aku lepaskan dari dekapan. seluruh pagi yang telah aku lewati selama ini, baik itu pagi dengan hujan atau itu pagi yang terang benderang. dan juga hari. dan juga malam.

peta-peta itu masih ada di saku celanaku.
***
tok..tok..tok..
suara kentongan bambu. juga mengiringi aku menulis tulisan ini. suara penjual siomay atau bakso panggul. dia juga berkeliling di daerah kos-kosan padat penduduk ini.

Get free blog up and running in minutes with Blogsome
Theme designed by Alex King