Bulan.Bintang.TidakMatahari.
****
malam. selalu diidentikkan dengan gelap.
padahal malam. tidak gelap.
jika engkau tidak tertutupi oleh awan. maka terang.
ada bulan dan bintang. mereka tidak pernah bersembunyi di balik awan.
tapi terkadang memang aku tertutupi oleh awan.
malam ini….
malam. bintang berkerlap.
mungkin bila aku berada di pinggir pantai. akan aku lihat cerminnya di laut.
malam ini bintang mendapat giliran. karena bulan sedang tidak berkesempatan.
walau terang. cahaya bintang ini tidak bisa masuk ke dalam tubuhku.
walau terang. karena aku membuat awan-awan palsu untuk menutupi diriku.
walau terang. tetapi diriku tetap merasa gelap. aku hanya merasa. dengan perasaanku.
karena aku yakin sekali. kerlap dan kerlip bintang itu tak bisa.
tak bisa menjadi bagian dari diriku.
****
aku merindukan malam-malam yang lain. so much.
malam lain dimana bulan mengalahkan kerlap kerlip bintang.
malam lain itu, bagiku, aku adalah semuanya.
di malam lain itu…
malam. bulan benderang.
aku selalu mengambil posisi siap menyambutnya.
aku membuka selimut kabut di permukaan hidupku.
aku membiarkan benderang itu masuk ke dalam tubuhku.
menjadi bagian dari diriku.
emosi…
aku membiarkan terang bulan itu mengalir di pembuluh darah.
terang itu mencairkan semangat yang selama ini beku.
hangatnya melarutkan bahan kimia di tubuhku. bercampur dengan darah.
dan larut. dan ikut. mengalir bersama darah ke seluruh tubuh.
larutan yang tercipta itu membuat aku bahagia.
senang. sangat gembira. merasa waktu itu adalah tepat untuk mengungkapkannya. luap.
aku bahkan tak bisa lagi membedakan antara amarah dan cinta. kedua jenis ilusi ini kuluapkan bersama.
keduanya dengan rasa bahagia.
aku merasa tenang bila bulan benderang.
****
but it’s dawn.
matahari datang. bintang yang paling dekat denganku.
bintang yang terpantulkan cahayanya oleh bulan. di malam lain itu.
